Olahraga

Padel Makin Diminati di Bogor, 46 Pasangan Ramaikan Piala Sekjen Kemhan

Padel Makin Diminati di Bogor, 46 Pasangan Ramaikan Piala Sekjen Kemhan

Bogor, Nusajabar.online – Olahraga padel semakin diminati masyarakat Kota Bogor. Hal itu terlihat dari antusiasme peserta dalam Padel Championship 2026 Piala Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI yang digelar di Raket Hour, Kota Bogor, Sabtu (15/8/2026).

Turnamen tersebut menjadi bagian dari rangkaian Festival Merah Putih 2026. Sebanyak 46 pasangan ambil bagian dalam kompetisi yang mempertandingkan kategori fixed mix atau ganda campuran serta ganda putra kelas bronze.

Koordinator Padel Merah Putih, Lya Dillayana, mengatakan sebanyak 11 pasangan mengikuti kategori fixed mix. Sementara peserta lainnya berlaga pada nomor ganda putra kelas bronze.

Menurut Lya, kompetisi tahun ini menjadi debut olahraga padel dalam rangkaian Festival Merah Putih. Padel dipilih seiring olahraga tersebut semakin dikenal dan diminati masyarakat Kota Bogor.

“Padel ini sangat menjamur di Kota Bogor dan sangat diminati warga. Ini juga dalam rangka memeriahkan kemerdekaan Republik Indonesia dan menjadi salah satu rangkaian Festival Merah Putih 2026,” ujar Lya.

Antusiasme Peserta Tinggi

Lya menyebut antusiasme peserta terhadap turnamen cukup tinggi. Bahkan, pendaftaran masih berlangsung hingga sehari sebelum pertandingan digelar.

Tingginya minat tersebut menjadi pertimbangan penyelenggara untuk kembali menggelar kompetisi padel dalam rangkaian Festival Merah Putih pada tahun mendatang.

“Melihat antusiasme peserta yang sampai H-1 masih ada yang mendaftar, kemungkinan tahun berikutnya kita akan mengadakan lagi,” katanya.

Penyelenggara juga menyiapkan hadiah bagi para peserta yang berhasil meraih posisi terbaik. Juara pertama mendapatkan hadiah Rp4 juta, juara kedua Rp2,5 juta, sedangkan juara ketiga memperoleh Rp1,5 juta.

Kemhan: Olahraga Bagian dari Bela Negara

Kepala Biro Umum Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan RI, Toni Setiawan, mengatakan keterlibatan Kemhan dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap pengembangan olahraga di tengah masyarakat.

Menurut Toni, olahraga tidak hanya berkaitan dengan kompetisi, tetapi juga dapat menjadi sarana menjaga kebugaran sekaligus membuka peluang munculnya atlet-atlet baru.

“Program bela negara bukan hanya sekadar mengangkat senjata. Kegiatan olahraga juga bagian dari bela negara,” kata Toni.

Ia berharap kegiatan Padel Merah Putih dapat menjadi salah satu sarana untuk menemukan potensi atlet dari Kota Bogor. Atlet yang lahir dari kompetisi lokal diharapkan dapat berkembang dan bersaing di level yang lebih tinggi.

Raket Hour Dukung Perkembangan Padel

Pemilik Raket Hour, Greta Noordiana, menyambut positif kepercayaan penyelenggara yang menjadikan fasilitasnya sebagai lokasi Padel Championship 2026.

Greta mengatakan Raket Hour memiliki sejumlah fasilitas yang mendukung kegiatan olahraga, termasuk lapangan padel dengan ventilasi yang memadai. Lokasi yang berada di tepi jalan serta ketersediaan area parkir juga menjadi pendukung penyelenggaraan turnamen.

Raket Hour sendiri baru beroperasi hampir satu tahun. Karena itu, dipercaya menjadi lokasi kompetisi yang masuk dalam rangkaian Festival Merah Putih menjadi pengalaman tersendiri bagi pengelola.

Dedie Dorong Turnamen Padel Lebih Sering

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menilai perkembangan olahraga padel di Kota Bogor menjadi peluang yang perlu terus dikembangkan. Salah satu caranya dengan memperbanyak turnamen sehingga komunitas dan klub padel memiliki ruang untuk beraktivitas.

Dedie menyebut saat ini terdapat lebih dari 20 pengurus atau komunitas yang berkaitan dengan olahraga padel di Kota Bogor.

Menurutnya, keberadaan komunitas tersebut perlu diikuti kegiatan yang konsisten agar ekosistem olahraga padel di Kota Bogor semakin berkembang.

“Salah satu cara mengaktifkannya adalah bagaimana komunitas, kelompok-kelompok di masyarakat, klub-klub padel aktif menyelenggarakan turnamen,” ujar Dedie.

Ia menilai semakin banyak turnamen digelar, semakin besar pula peluang masyarakat mengenal dan memainkan olahraga padel.

Selain menjadi sarana olahraga, kompetisi padel juga dinilai dapat mempertemukan berbagai komunitas sekaligus meningkatkan interaksi masyarakat.

“Kalau turnamennya sering, semakin banyak warga Bogor yang ikut main padel. Kalau semua ikut main padel, badannya sehat. Kalau badannya sehat, anggaran untuk kesehatan menurun,” kata Dedie.

Menurut Dedie, perkembangan padel tidak hanya berkaitan dengan tren olahraga baru. Aktivitas tersebut juga dapat mendukung upaya meningkatkan kebugaran masyarakat yang sejalan dengan program Bogor Sehat.

Pemerintah Kota Bogor pun menyambut positif penyelenggaraan Padel Merah Putih Championship 2026 sebagai bagian dari Festival Merah Putih. Turnamen tersebut dinilai dapat memperluas partisipasi masyarakat sekaligus mendorong tumbuhnya ekosistem olahraga padel di Kota Bogor.

Bagikan